Inflasi Daerah Tinggi, Bank Indonesia Banten Sebut Penyebabnya

- 14 Mei 2024, 15:20 WIB
Kepala BI Banten beserta jajaran saat pemaparan Laporan Perekonomian Provinsi Banten Edisi Februari 2024, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin 13 Mei 2024.
Kepala BI Banten beserta jajaran saat pemaparan Laporan Perekonomian Provinsi Banten Edisi Februari 2024, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin 13 Mei 2024. /Kabar Banten /Rizki Putri

KABAR BANTEN - Ikan mas dan ikan kembung menjadi salah satu penyebab tingginya angka inflasi di Kabupaten Pandeglang yang saat ini menyentuh sebesar 3,93 persen per April 2024, dibandingkan dengan kota dan kabupaten lainnya di wilayah Provinsi Banten.

Kemudian, Kota Cilegon yang saat ini inflasinya naik diakibatkan dari harga bubur yang naik signifikan, bahkan kenaikannya mencapai 25 persen.

Hal itu diungkapkan pada kegiatan Taklimat Media Laporan Perekonomian Provinsi Banten Edisi Februari 2024, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin 13 Mei 2024.

Asisten Direktur Bank Indonesia KPW Banten Muhammad Lukman Hakim Lukman menjelaskan, komoditas pangan menjadi faktor utama penyebab inflasi baik di tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, salah satu penyumbang inflasi di daerah tersebut adalah ikan mas dan ikan kembung.

"Inflasi di Kabupaten Pandeglang terdapat beberapa penyebab, di antaranya ikan kembung dan ikan mas, setelah sebelumnya beras, serta bawang merah. Jadi, saat ini ada tambahan komoditas lain yang menyebabkan inflasi di Kabupaten Pandeglang tinggi, ikan mas," katanya.

Dia menjelaskan, kebanyakan masyarakat di Kabupaten Pandeglang lebih banyak mengonsumsi ikan mas dan ikan kembung, berbeda dengan daerah lainnya.

Sehingga, harga ikan mas di sana mengalami kenaikan, ditambah masa panen yang sudah terlewati atau sudah selesai, yang mengakibatkan jumlah barang berkurang.

"Bisa jadi karena kebiasaan masyarakatnya, di sana konsumsi ikan mas cukup besar sehingga bobotnya cukup tinggi. Kemudian sistem budidaya ikan mas juga masih menggunakan sistem minapadi yang memanfaatkan sawah," ujarnya.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah