Solat Jamaah Diizinkan, Kemenag Terbitkan SE Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, Berikut Panduannya!

- 7 April 2021, 15:40 WIB
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. / Twitter @yaqutcqoumas

KABAR BANTEN – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) keluarkan Surat Edaran (SE) 03 Tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 hijriah/2021 masehi yang ditandatangani oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas pada Senin, 5 April 2021.

Keluarnya SE perihal panduan ibadah Ramadan dan idul fitri 1442 hijriah tersebut diterbitkan pada waktu yang sama saat diumumkan diperbolehkannya solat tarawih dan idul fitri berjamaah oleh Kemenko PMK Muhadjir Effendy pada 5 April 2021 lalu.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamaan dalam beribadah di bulan Ramadan, mengingat harus adanya tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Kabar Gembira! Kemenag Alokasikan 9.495 Kuota PPPK 2021 untuk Guru Madrasah, Berikut Sebarannya

“SE ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19,” ujar Gus Yaqut sebagaimana dilansir KabarBanten.com dari laman Kemenag.go.id.

Adapun dikeluarkan SE sendiri, ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushola.

Baca Juga: Beasiswa Santri dari Kemenag Dibuka Pertengahan Maret 2021, Berikut Daftar Perguruan Tinggi dan Kuotanya

Berikut panduan pelaksanaan ibadah ramadhan dan idul fitri 1442 yang tertuang dana SE No. 03 tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Kemenag:

  1. Umat Islam, kecuali yang bagi yang sakit/atas alasan syar’i lainnya, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
  2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
  3. Kegiatan buka puasa bersama yang tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.
  4. Pengurus masjid/mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain: Salat fardhu 5 waktu, salat tarawih dan witir, tadarus al-quran , dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen darikapasitas masjid/mushola, menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman antar jamaah, dan membawa sajada/mukena masing-masing.
  5. Pengajian/ceramah/taushiyah/kultum Ramadhan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi 15 menit.
  6. Peringatan nuzulul quran di masjid/mushola dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
  7. Pengurus dan pengelola masjid/mushola wajib menunjuk petugas untuk menerapkan protokol kesehatan, melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk, menggunakan masker, menjaga jarak aman.
  8. Peringatan nuzulul quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat/lapangan.
  9. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadhan berpedoman pada fatwa MUI No.13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan Hasil Ketetapan Fatwa Ormas Islam lainnya.
  10. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS) serta zakat fitrah oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.
  11. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadhan, segenap umat islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, ukhuwwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.
  12. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah.
  13. Salat idul fitri 1 syawal 1442 hijriah/2021 masehi dapat dilaksanakan di masjid atau dilapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secaraketat, berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.***

Editor: Yandri Adiyanda

Sumber: Kemenag


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X