Tips Mengatasi Anak yang Keras Kepala dan Tak Mau Diatur

1 Juni 2022, 15:00 WIB
Ilustrasi ibu dan anak terkait tips mengatasi anak keras kepala dan tak mau dihalangi atau diatur. /pexels.com/Gustavo Fring

KABAR BANTEN - Keras kepala, dan tidak mau dihalang-halangi keinginannya merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh anak-anak. Mereka seringkali melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, bahkan beberapa diantaranya perbuatannya itu justru membahayakan, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Bagi Bunda yang sedang marah karena si kecil dianggap keras kepala dan tidak mau mendengarkan nasehat-nasehat, Bunda tidak perlu khawatir. di bawah ini ada tips yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasinya.

Tentu hal ini membuat kita sebagai orang tua kesal dibuatnya. Dan biasanya yang dilakukan oleh orang tua adalah dengan memberikan nasehat-nasehat kepadanya. Namun bagaimana jika nasehat-nasehat itu seolah tidak didengar oleh anak? Rasa marah dan jengkel tentu kita rasakan. Bagaimana tidak, nasehat-nasehat yang menurut kita diberikan untuk kebaikan dirinya namun ternyata tidak didengarkannya.

Namun demikian jangan buru-buru melabeli si kecil dengan anak yang nakal atau suka melawan. Karena pada dasarnya, anak dengan rentang usia 2-5 tahun memiliki sifat yang cenderung keras kepala sebagai bagian dari fase perkembangan dan pertumbuhan kejiwaan si anak.

Pada fase ini, anak sudah mulai memiliki kesadaran bahwa dia adalah pribadi yang independen terhadap orang lain terutama orangtuanya. Dalam bahasa ilmiah, si kecil yang keras kepala sering dikenal dengan istilah strongwilled child. Lalu bagaimana seharusnya Anda harus menyikapi si kecil yang demikian?

Berikut ini seperti dikutip Kabar Banten dari akun Facebook Sayangi Anak, ada beberapa hal terkait anak keras kepala dan bagaimana tips menghadapinya.

1. Anak keras kepala cenderung tidak suka diatur, sehingga dia akan memilih sesuai keinginannya dan merasa bertanggungjawab dengan apa yang sudah menjadi pilihannya tersebut.

Dengan pola asuh yang terarah dan tepat, anak keras kapala bisa berkembang sebagai pribadi yang mampu memotivasi diri sendiri, lebih tahan banting terhadap tekanan, dan berusaha untuk meraih impiannya dengan usaha keras.

2. Anak keras kepala cenderung suka belajar sendiri dan kurang menyukai pendapat orang lain sehingga sering merasa paling benar sendiri dalam banyak hal.

Anak yang keras kepala cenderung memiliki integritas sehingga lebih kuat dalam mempertahankan pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh atau goyah.

3. Biasanya anak yang keras kepala belajar dari pengalaman, sehingga ketika hanya diberi penjelasan dengan kata-kata mereka cenderung tidak begitu saja mau menerimanya. Sebagai contoh ketika Anda mengatakan bahwa jangan bermain di dekat kompor karena panas dan berbahaya, maka dia perlu membuktikannya dengan merasakan sensasi panas di dekat kompor.

4. Anak yang keras kepala akan lebih menyukai penguasaan yang lebih, sehingga Anda tidak perlu terlalu banyak menyuruhnya namun cukup dengan mengingatkannya.

Anda bisa memberikan pilihan kepada anak daripada memerintahkannya, karena kemungkinan besar perintah Anda akan ditolak. Dengan memberikan pilihan kepada anak, mereka akan merasa diajak mengambil keputusan sehingga merasa lebih bertanggungjawab atas apa yang sudah dipilihnya tersebut.

Hindari untuk memaksakan keinginan kita kepada mereka karena hal itu justru akan membuat mereka semakin menentang. Jalin komunikasi yang baik, walaupun tentu butuh kesabaran besar untuk menghadapinya, apalagi jika mereka mengajak berdebat.

Cobalah untuk memberikan kebebasan akan dirinya sendiri namun tetap berada dalam batas kewajaran, selama hal itu tidak membahayakan mereka.
Memiliki anak yang keras kepala tentu membutuhkan kesabaran ekstra, namun sebagai orangtua Anda memiliki peran besar dalam mengarahkannya kepada hal-hal yang positif.

Selain tips di atas, Anda juga bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan keinginan mereka dan cobalah mencari waktu yang paling tepat ketika ingin menasihatinya.

Anda juga bisa memfasilitasi hobi mereka sebagai media untuk menyalurkan bakat dan potensi yang mereka miliki. Sangat penting bagi Anda untuk menerapkan pola asuh yang terbaik, sehingga mereka bisa berkembang menjadi pribadi yang sehat.

Itulah tips untuk menghadapi anak yang keras kepala. Semoga bermanfaat.***

Editor: Kasiridho

Sumber: Facebook Sayangi Anak

Tags

Terkini

Terpopuler