Biaya UKT Melejit di Sejumlah Kampus Negeri, Mahasiswa Menjerit

- 21 Mei 2024, 07:25 WIB
Ilustrasi UKT
Ilustrasi UKT /polimdo.ac.id

KABAR BANTEN – Kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah Peguruan Tinggi Negeri (PTN) masih memunculkan reaksi keras. Terutama dari kalangan mahasiswa. Mereka menjerit dengan adanya kenaikan UKT yang melejit tersebut.

Direktur Eksekutif Pusaran Indonesia Rafli Maulana mengatakan, tugas pendidikan sebagai proses dialektika yang memanusiakan manusia. "Namun belakangan ini sedang terjadi kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di berbagai kampus negeri. Pendidikan sekarang mendehumanisasi manusia atau pendidikan sekarang diciptakan untuk mencetak manusia yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Lalu untuk apa pendidikan itu ada," kata Rafli Maulaa Selasa 19 Mei 2024.

Memang benar bahwa pendidikan memerlukan sarana, prasarana, dan keuangan untuk menunjang proses pendidikan yang baik.  Tetapi hal ini tidak dapat dijadikan sebagai suatu alasan untuk mengkomersialkan  pendidikan.

Persoalan pendidikan  sudah diatur dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (4) yang menyatakan bahwa kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan merupakan tanggung jawab negara.

"Jadi setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Dan pendidikan merupakan salah satu program yang harus dibiayai oleh pemerintah bukan malah membebani mahasiswa dengan UKT yang mahal," katanya.

Menurutnya, kenaikan UKT di kampus negeri di Indonesia tidak wajar karena kenaikannya berkali-kali lipat yang membuat pendidikan semakin mahal dan tidak terjangkau kalangan mahasiswa dari ekonomi pas-pasan.

"Dengan mahalnya pendidikan yang ada, maka hanya ada sebagian golongan masyarakat saja yang dapat menikmati pendidikan. Sedangkan masyarakat yang tidak sanggup membayar pendidikan yang sudah jelas menjadi haknya hanya bisa menggigit jari," tegasnya.

Masyarakat miskin menjadi korban sistem pendidikan di Indonesia karena tidak memiliki kesempatan menikmati pendidikan di kampus negeri lantaran tidak mampu membayar UKT.

"Besar harapan saya kepada seluruh elemen mahasiswa, dewan perwakilan rakyat, dan presiden untuk segera memperhatikan kenaikan UKT ini sehingga kampus- kampus di seluruh Indonesia tidak semena-mena dalam menaikkan UKT," ujarnya menegaskan.

Halaman:

Editor: Maksuni Husen


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah