Asal Usul Nama Tangerang, Batas Kekuasan Banten dan VOC, Kini Jadi Kota Industri Dekat Ibukota Negara

- 23 Februari 2021, 15:15 WIB
Proses pembuatan Handicraft (Topi) di Tangerang /KITLV 27851

KABAR BANTENTangerang, merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam administrasi pemerintahan Provinsi Banten. Sebagai daerah yang berbatasan dengan ibukota negara, DKI Jakarta, banyak yang mengenal Tangerang adalah daerah perkotaan yang hasil sumber daya daearahnya kebanyakan dari industri.

Banyaknya pabrik, mall-mall besar, gedung-gedung apartemen dan perhotelan, Tangerang dikenal sebagai salah satu kota industri di Banten selain Cilegon.

Sebagaimana dilansir KabarBanten.com dari toponimi nama-nama tempat dalam buku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten 2014 yang disusun oleh Juliadi dan Neli Wachyudin, Asal usul nama Tangerang sendiri, berasal dari kata ‘Tangeran’.

Dalam bahasa sunda, kata ‘Tangeran’ memiliki arti ‘Tanda’. Pada waktu itu, Tangeran merupakan tugu yang didirikan sebagai tanda batas wilayah kekuasan Banten dan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

Berdasarakan sejarah, Tangeran tersebut dibangun oleh Pangeran Soegiri, salah satu putra dari Sultan Ageng Tirtayasa yang namanya diabadikan dalam penamaan salah satu Universitas Tinggi terkenal di Banten yakni Untirta (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa).

Tangeran tersebut, berlokasi di bagian barat Sungai Cisadane (Kampung Grendeng atau tepatnya sekarang di ujung jalan Otto Iskandar Dinata). Waktu itu, masyarakat menyebut tugu tersebut dengan ucapan Tangerang, karena disebabkan pengaruh ucapan ucapan dan dialek dari tentara kompeni yang berasal dari Makassar.

Orang-orang Makassar tidak mengenal huruf mati, akhirnya kata ‘Tangeran’ berubah menjadi ‘Tangerang’. Tugu yang disebut masyarakat dengan Tangerang itu, memuat prasasti dalam bahasa Arab Gundul Jawa Kuno yang berbunyai:

“Bismillah peget Ingkang Gusti/Diningsun Juput parenah kala Sabtu/Ping Gangsal Sapar Tahun Wau/Rengsenaperang netek Nangeran/Bungas wetan Cipamugas Kilen Cidurian/Sakabeh Angraksa Sitingsun Parahyang.

Tulisan tersebut memiliki arti, Dengan nama Allah tetang Yang Maha Kuasa/Dari kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu/Tanggal  5 Sapar Tahun Wau/Sesudah perang kita memancangkan tugu/Untuk mempertahankan batas timur Cipamugas (Cisadane) dan barat Cidurian/Semua menjaga tanah kaum Parahyang. Selain itu, dahulu Tangerang sendiri adalah nama dari sebuah pelabuhan atau badar kerajaan Sunda.

Halaman:

Editor: Yadi Jayasantika

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten 2014


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X