Misteri Hujan Debu 30 Menit di Suralaya Terungkap, Manajemen PLTU Suralaya Blak-blakan, Ini Yang Disampaikan

- 23 Februari 2021, 20:37 WIB
Manajer Humas Keamanan dan SDM PT Indonesia Power Unit 1-7 PLTU Suralaya, Tutang Sodikin (kiri), Manajer K3 Lingkungan dan Pemeliharaan Sipil PLTU Suralaya, Dony Rafika (tengah), serta Humas PT Indonesia Power Unit 1-7 PLTU Suralaya, Afrizal Effendi, saat memberikan keterangan pers terkait hujan debu di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, di salah satu restoran di Kota Cilegon, Selasa, 23 Februari 2021. /Kabar Banten/Sigit Angki Nugraha

KABAR BANTEN - Misteri hujan debu selama 30 menit yang dialami warga Lingkungan Kotak Malang, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Senin, 22 Februari 2021, akhirnya terungkap.

Manajemen PT Indonesia Power Unit 1-7 PLTU Suralaya secara blak-blakan menjelaskan penyebab insiden hujan debu yang terjadi selama 30 menit di lingkungan Suralaya tersebut.

Pihak manajemen PLTU Suralaya menyatakan ada kegagalan teknologi terjadi saat itu sehingga menyebabkan keluarnya flying Ash, hujan debu hasil pembakaran batu bara dari cerobong asap Unit I PLTU Suralaya.

Baca Juga: Hujan Debu Terjadi di Suralaya, Manajemen PLTU Suralaya Berikan Penjelasan

Diberitakan sebelumnya, warga Lingkungan Kotak Malang, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, dikagetkan oleh hujan debu yang turun dari langit.

Peristiwa mirip turun salju ini terjadi selama 30 menit, akibatnya pakaian, kendaraan, hingga rumah warga dipenuhi abu dari sisa pembakaran batu bara tersebut.

Polres Cilegon dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon pun telah turun tangan. Para petugas melakukan penyelidikan ke lapangan, kemudian mendatangi PLTU Suralaya guna menanyakan peristiwa itu.

Baca Juga: Dikira Turun Salju, Warga Suralaya Kota Cilegon Dikejutkan Hujan Debu

Selasa, 23 Februari 2021, manajemen PT Indonesia Power Unit 1-7 PLTU Suralaya, menjelaskan persoalan tersebut.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X