Di Kabupaten Pandeglang, 208 Korban Tsunami Selat Sunda Segera Tempati 'Huntap'

- 15 September 2020, 20:40 WIB
Sekda Pandeglang Pery Hasanudin saat membuka acara sosialisasi pembangunan Huntap  di Kampung Sepen, Desa Banyumekar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang di Gor Futsal Karanganyar Kecamatan Labuan, Selasa 15 September 2020.* /Iman Faturahman/

 

KABAR BANTEN - Sebanyak 208 korban tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang segera menempati Hunian Tetap (Huntap). Warga penerima Huntap itu tersebar di Kecamatan Labuan di Desa Teluk, Cigondang dan Desa Caringin.

Sekda Pandeglang Pery Hasanudin menyampaikan, warga yang menerima huntap agar merawat huntap tersebut dengan sebaik-baiknya. Sehingga lebih awet atau bertahan lama.

"Selain itu, hal yang paling terpenting adalah huntap ini jangan sampai berpindah tangan kepada pihak manapun," ujar Pery, saat membuka acara sosialisasi pembangunan Huntap Kampung Sepen, Desa Banyumekar, Kecamatan Labuan di Gor Futsal Karanganyar Kecamatan Labuan, Selasa 15 September 2020.

Baca Juga : Untuk Korban Tsunami Selat Sunda, Anggaran Huntap Capai Rp 69,7 Miliar

Menurut Pery, pembangunan huntap di Kabupaten Pandeglang paling tercepat, hal ini berkat koordinasi yang intens antara Pemerintah daerah dengan Pemerintah Pusat, sehingga bisa terwujud dengan baik.

"Alhamdulillah, kami dari pemerintah terutama ibu bupati. Intens melakukan koordinasi kepada Pemerintah Pusat, agar korban tsunami ini segera mendapatkan bantuan terutama huntap ini," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pembangunan hunian tetap (Huntap) merupakan bentuk perhatian Pemerintah kepada para korban tsunami.

"Bagi warga yang menerima huntap saya berpesan, agar rumah tersebut tidak berpindah tangan ke orang lain, hal itu justru melanggar aturan. Jadi, tolong dirawat dengan baik. Semoga rumah ini bermanfaat," ujarnya.***

Editor: Kasiridho


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X