Trauma Penambangan Pasir Laut, Nelayan Lontar Cenderung Pilih Tatu - Pandji

- 22 September 2020, 16:58 WIB
Ratu Tatu Chasanah /Kabar Banten/


KABAR BANTEN - Nelayan Lontar Kecamatan Tirtayasa mengaku trauma dengan adanya penambangan pasir laut yang terjadi pada 2004 - 2015 dan telah menimbulkan sejumlah keresahan dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu dalam pilkada 2020 nelayan Lontar lebih cenderung mendukung pasangan Ratu Tatu Chasanah - Pandji Tirtayasa yang dinilai telah peduli terhadap lingkungan dan menyuarakan penolakan aktivitas penambangan pasir laut.

"Pastilah, bukan trauma-trauma lagi masyarakat mah ada penambang pasir di Lontar, karena dari 204 sampai 2015 terus berjuang menyuarakan supaya tidak ada penambangan pasir di Serang Utara," ujar Sekretaris Serikat Nelayan Lontar Fahruri kepada wartawan, kemarin.

Ruri sapaan akrabnya mengatakan, pada saat aktivitas penambangan pasir laut terjadi masyarakat sangat frontal untuk menolak. Bahkan sampai ada rekan nelayannya yang dipenjara. "Rekan nelayan ada yang tertembak makanya kami trauma kalau terjadi lagi (penambangan pasir laut)," ucapnya.

Baca Juga: Narapidana WN China Kabur, Polisi Periksa 4 Sipir Lapas Tangerang

Menurut dia, protes tersebut bukan tanpa alasan, sebab akibat penambangan pasir telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang sampai saat ini dampaknya masih ada. "Kerusakan lingkungan masih ada, buktinya kalau alat tangkap melewati atau pas di tempat bekas galian pasir mereka kadang-kadang jaringnya rusak tertimbun lumpur," katanya.

Oleh karena itu, kata Ruri, dalam memilih pemimpin Kabupaten Serang kedepan warga Lontar khususnya nelayan akan berhati-hati. Masyarakat nelayan pun lebih cenderung mendukung bakal calon bupati Ratu Tatu Chasanah - Pandji Tirtayasa dalam pilkada 2020. Sebab sosok petahana ini dinilai lebih peduli dan responsif terhadap masalah lingkungan.

"Alhamdulillah Bu Tatu di lingkungan sangat respon sekali terutama Pontirta (Pontang Tirtayasa), terutama ibu bupati waktu itu menyuarakan jangan sampai ada penambangan pasir di Tirtayasa, kami gembira sekali setelah pejabat sekelas bupati bisa menyuarakan itu (penolakan penambangan pasir laut di lontar)," ucapnya.

Sampai saat ini aktivitas penambangan pasir laut tersebut sudah tidak pernah terjadi lagi di wilayahnya. "Alhamdulillah tidak ada," katanya.***

Editor: Yomanti


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X