Hadapi Resesi, Pemkab Serang Utamakan Penyelamatan UMKM

- 22 September 2020, 20:09 WIB
umkm /

KABAR BANTEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan mengutamakan penyelamatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam menghadapi adanya resesi ekonomi akhir September 2020 ini. Hal itu dikarenakan dampak ekonomi akan lebih berbahaya bagi masyarakat dibandingkan dampak kesehatan selama pandemi Covid 19.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, dalam menghadapi resesi ini, pihaknya berupaya menyelamatkan UMKM. Dinas-dinas yang memiliki mitra UMKM bisa membantu UMKM mengalihkan produk yang dihasilkannya.

"Misalnya tadinya jualan barang apa digeser ke produk yang dibutuhkan dalam kondisi pandemi, seperti masker, hand sanitizer, face Shield pokoknya yang terkait dengan ini (pandemi Covid) dan diberi pelatihan," ujar Tatu kepada Kabar Banten saat ditemui di pendopo Bupati Serang, Selasa 22 September 2020.

Baca Juga : APBD Perubahan 2020 Kabupaten Serang, Anggaran Belanja Meningkat Rp 79,5 Miliar

Tatu memastikan akan mengawal UMKM khususnya dalam hal pemasaran dan pelatihan. "Karena dampak terbesar di ekonomi, kan pusat juga selain melaksanakan penanganan pandemi pemulihan ekonomi juga satu paket enggak bisa dipisahkan," katanya.

Tatu menuturkan, adanya resesi ini sudah dipikirkan sejak awal adanya pandemi Covid 19 oleh jajaran pemda. Kenapa tidak melakukan pengetatan dalam penanganan Covid selama ini, salah satu sebabnya yakni harus memikirkan kondisi ekonomi daerah industri. Terlebih Kabupaten Serang masih berada di zona kuning.

"Karena persoalan ekonomi harus dipikirkan. Tidak hanya soal kesehatan," tuturnya.

Justru kata dia, dampak terbesar dalam pandemi adalah ekonomi. Jika dampak kesehatan masyarakat sakit bisa diobati, sedangkan jika pendapatan yang terdampak akan sulit diatasi.

"Kalau kesehatan mereka sakit diobati tapi kalau tidak punya pendapatan dampaknya kemana mana," ucapnya.***

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X