Tak Sebanding dengan Kurva Penularan, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kota Tangsel Minim

- 23 September 2020, 20:29 WIB
Covid-19-ilustrasi-1-696x469-5
Covid-19-ilustrasi-1-696x469-5 /

 

KABAR BANTEN - Ketersediaan tempat tidur ruang ICU pada rumah sakit (RS) pemerintah dan swasta di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) khusus untuk perawatan pasien Covid-19 masih sedikit atau minim. Sedangkan jumlahnya belum sebanding dengan kurva kasus penularan selama pandemi Covid-19.

“Ada 13 RS pemerintah dan swasta yang sudah di SK-kan oleh pemerintah dalam menangani pasien Covid-19,” kata pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni.

Selain 13 rumah sakit tersebut masih terdapat tujuh RS yang belum mengajukan SK-kan tapi tetap melayani pasien Covid-19. Rekap data per 20 September 2020, kapasitas tersedia ICU isolasi 13 tempat tidur.

Ada juga 6 tempat tidur ICU isolasi di RS swasta lainnya tapi belum mengajukan SK dengan Pemerintah Kota Tangsel. Kemudian kapasitas tempat tidur ICU isolasi yang terpakai mencapai 12. Di RS swasta yang belum di SK tersedia satu tempat tidur.

Dinkes Tangsel merekap, dari 13 RS pemerintah dan swasta yang di SK tersedia 242 tempat tidur isolasi. Di RS swasta di Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, yang belum mengajukan tersedia 42 tempat tidur isolasi.

Baca Juga : Pemkot Tangsel Berlakukan WFH, ASN Kedapatan Keluyuran Dikenakan Sanksi

Adapun kapasitas tempat tidur isolasi di RS pemerintah dan swasta yang sudah di SK kan sebanyak 230 terpakai. Adapun 31 tempat tidur isolasi di RS swasta yang belum mengajukan SK juga sudah terisi pasien suspect corona.

Deden mengatakan, pihaknya sudah punya alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di labkesda. Alat kesehatan tersebut berfungsi untuk memeriksa spesimen lendir hasil swab warga yang terkonfirmasi mineralogi pada saat rapid tes Covid-19. “Hasilnya keluar minimal tiga hari. Namun, ini tergantung ketersediaan reagen,” terangnya.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x