Rektor UIN Banten Ungkap Dua Kunci Kesuksesan

- 2 April 2024, 06:28 WIB
Rektor UIN Banten Wawan Wahyudin dan Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh saat acara pembinaan pegawai dan peringaan Nuzulul Quran di Kampus II UIN Banten.
Rektor UIN Banten Wawan Wahyudin dan Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh saat acara pembinaan pegawai dan peringaan Nuzulul Quran di Kampus II UIN Banten. /Dok. UIN Banten

KABAR BANTEN – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten Prof Dr H Wawan Wahyudin, M.Pd mengungkap sejumlah kunci kesuksesan. Hal itu disampaikan pada saat Pembinaan Pegawai Dalam Rangka Nuzulul Qur'an di gedung Pusgiwa Kampus II UIN Banten Curug Kota Serang, Senin 1 April 2024.

Pembinaan pegawai UIN Banten menghadirkan penceramah Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga yang juga Guru Besar Fakultas Hukum dan Syariah UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, MA.

Turut hadir pada pembinaan pegawai dan peringaran Nuzulul Quran para wakil rektor, kepala biro, dekan bersama para wakil dekan, direktur pascasarjana, dosen, guru besar, pegawai, pensiunan, mitra kerja, sekuriti, dan office boy.

Dalam kaitan pembinaan pegawai, Rektor UIN Banten menyampaikan beberapa pesan kesuksesan. Kunci pertama yaitu knowledge atau pengetahuan. 

"Kita membutuhkan informasi dari siapapun. Profesor Asrorun Ni'am ini sebagai Ketua Bidang Fatwa, Deputi di Kemenpora, dan juga akademisi. Jadi sangat kita butuhkan," kata Rektor. 

Untuk itu, pihaknya ingin bersinergi dengan Kemenpora dalam kaitan dengan kegiatan kemahasiswaan yang perlu mendapatkan bantuan dan segera diselesaikan. "Mudah-mudahan sebelum bulan Oktober," ungkap Rektor .

Kunci kedua, lanjut Rektor, harus memilik skill khusus dan lebih profesional. Semua yang hadir pada acara ini duduk bersama tanpa dibedakan-bedakan.

Sementara itu, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, MA membeberkan sekelumit hikmah nuzulul Qur'an. Misalnya, salah satu hikmah Nuzulul Quran adalah berkumpul di sore hari ini.

"Ini nikmat yang empiris, terasa faktual dan nggak ngada-ngada. Kalau nggak ada nuzulul Quran itu enggak ada kumpul-kumpulnya, menjadi wasilah kita mempererat tali kekerabatan. Melalui silaturahmi ini akan banyak manfaatmbaik secara sosial, secara politik maupun secara ekonomi," ungkap Asrorun Ni'am.

Halaman:

Editor: Maksuni Husen


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah