Jadi Beli Mobil PCR Seharga Rp 5 Miliar? Begini Kata Wali Kota Serang

- 16 Oktober 2020, 14:21 WIB
Warga mengikuti test swab COVID-19 menggunakan mobil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Mobile Combat COVID-19 di halaman RSUD Kota Serang, Kamis 16 Oktober 2020. /Hashemi Rafsanjani/

KABAR BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana membeli mobil fast lab atau Mobile Combat Covid-19 seharga Rp 5 miliar. Namun, hal tersebut bergantung ketersediaan anggaran.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, ada dua opsi terkait pengadaan alat alat polymerase chain reaction (PCR). Pertama, membeli mobil PCR tersebut dengan pembayaran dua kali yakni pada APBD Perubahan 2020 dan APBD tahun 2021.

"Kedua, alternatif lain kami akan membeli alat PCR-nya saja. Jadi kami akan mencoba beberapa alternatif untuk membelinya. Ada dua alternatif yang kemungkinan akan di gunakan, yaitu dengan cara melakukan pembayaran dua kali atau membeli alatnya saja," katanya, Jumat 16 Oktober 2020.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Dapat Bantuan Reagent PCR Covid-19

Syafrudin menuturkan, pengadaan alat PCR tersebut sebagai bukti keseriusan Pemkot Serang dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Diketahui, satu unit mobil fast lab tersebut dibanderol seharga Rp 5 miliar. Di dalamnya, dilengkapi empat mesin PCR yang dapat mendeteksi Covid-19 dalam waktu 45 menit.

Menurut dia, alat tersebut dibutuhkan bagi tenaga medis di Kota Serang sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Dengan menggunakan alat tersebut petugas medis dapat mendeteksi hasil swab lebih cepat. Sehingga tracking pasien pun dapat lebih cepat.

Baca Juga: Belum Penuhi Standar WHO, Pemkot Serang Gencar Tes Swab Massal

"Semoga dengan upaya yang dilakukan ini, peyebaran wabah Covid-19 di Kota Serang dapat dikendalikan dan masyarakat dapat beraktifitas normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan tetap patuh," ucapnya.

Untuk diketahui, mobil fast lab dengan mesin PCR sebanyak empat unit tersebut dapat melakukan tes swab sebanyak 512 sampel dalam satu hari.***

Halaman:

Editor: Rifki Suharyadi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X