Tanggap Darurat Bencana, Ini Yang Dilakukan Kelurahan di Kota Cilegon

- 20 Oktober 2020, 20:31 WIB
Suasana pelatihan tanggap darurat bencana di halaman Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Selasa 20 Oktober 2020.
Suasana pelatihan tanggap darurat bencana di halaman Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Selasa 20 Oktober 2020. /Himawan Sutanto/

KABAR BANTEN - Pemerintah Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon menggelar kegiatan pelatihan kesiapsiagaan bencana atau tanggap darurat bencana yang diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, di Aula Kantor Kelurahan Kepuh, Selasa 20 Oktober 2020.

Kegiatan tersebut menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Kota Cilegon sebagai pemateri.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kepuh, Kholil mengatakan, kegiatan pelatihan tanggap darurat bencana ini sangat penting. Diharapkan setiap lapisan masyarakat Kelurahan Kepuh dapat memahami serta meningaktkan kesiap siagaan untuk menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah masing-masing.

“Kegiatan ini untuk mewujudkan masyarakat Kepuh yang tangguh terhadap bencana. Kami berharap peserta dapat mengikuti dengan sunguh-sunguh. Sehingga, dapat mengaplikasikannya pada lingkungan sekitar apabila terjadi bencana yang tidak terduga,” ujar Kholil.

Baca Juga : Wali Kota Cilegon Tandatangani Pernyataan Sikap Terkait Omnibus Law Cipta Kerja, Ini Respon Buruh

Kelurahan Kepuh, kata Kholil, berada ditengah-tengah sejumlah industri dan masih banyaknya perbukitan yang sesekali bencana bisa datang.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tindakan awal dalam menghadapi bencana yang terjadi," ujarnya.

Kholil mengatakan, pihaknya berencana akan memberikan alat pemadam kebakaran api ringan (Apar) ke setiap masjid dan juga genset. Barang tersebut sangat dibutuhkan apabila sewaktu-waktu ada bencana dan pemadaman listrik.

“Minimal masyarakat itu mengetahui tindakan awal ketika terjadi bencana. Salah satunya misalnya terjadi kebakaran dari kompor, apa yang harus dilakukan oleh korban dan juga bagaimana penanganannya. Itu yang tadi dipaparkan oleh narasumber,” ujar Kholil.***

Editor: Kasiridho


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah