Terkait Fenomena 'La Nina', Ini Yang Dilakukan BPBD Pandeglang

- 22 Oktober 2020, 19:42 WIB
bpbd logo /

 

KABAR BANTEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, memberikan mitigasi dini kepada sejumlah daerah di Kabupaten Pandeglang. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi dampak fenomena 'La Nina'.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pandeglang, Usep Sugih mengatakan, dari informasi yang ada di Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), Banten Selatan akan mendapat dampak dari fenomena 'La Lina' atau terjadi pendinginan suhu dengan anomalisi suhu melebihi minus 0,5.

"Fenomena 'La Nina' itu kebalikan dari fenomena 'El Nino' atau pemanasan ‎di Pasifik Tropis Tengah dan Timur. Berarti fenomena 'La Nina' adalah pendinginan, ujarnya.

‎Meski demikian, kata dia, pihaknya sudah menyampaikan beberapa imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati menghadapi fenomena 'La Nina', sebab ada beberapa kecamatan yang rawan banjir dan longsor.

Dari data BPBD Pandeglang, terdapat puluhan daerah yang rawan bencana alam, di antaranya sebanyak 12 kecamatan rawan bencana alam dengan intensitas menengah dan 12 kecamatan rawan bencana alam dengan intensitas tinggi.

Baca Juga : 'La Nina' Mengarah ke Banten Selatan, Dua Daerah Ini Berpotensi Paling Terdampak

Usep menyebutkan, belasan kecamatan yang berpotensi banjir dan longsor, di antaranya Kecamatan Angsana, Bojong, Cadasari, Cibaliung, Cibitung, Cisata Kadu Hejo, Karang Tanjung, Koroncong, Majasari, Saketi, Sobang dan Sumur.

Kemudian, ada 12 kecamatan yang berpotensi rawan bencana alam yang intensitasnya menengah sampai tinggi, yaitu Kecamatan Carita, Cigeulis, Cikeusik, Cimanggu, Cipeucang, Jiput, Mandalawangi, Munjul, Panimbang, Picung, Pulosari, Sindang Resmi, selain itu menengah. ‎

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X