Tak Punya Biaya, Balita Hidrosefalus Ini Terpaksa Dirawat di Rumah

- 27 Oktober 2020, 19:31 WIB
Muhamad Abdul Malik, balita berusia 1,1 tahun, warga Kampung Bojong Mesjid, RT 5 RW 2, Desa Bojong Cae, Kecamatab Cibadak, Kabupaten Lebak, menderita penyakit Hidrosefalus. Saat dikunjungi aparat desa setempat, Selasa, 27 Oktober 2020. /Galuh Malpiana/

KABAR BANTEN - Muhamad Abdul Malik, seorang balita berusia 1,1 tahun, warga Kampung Bojong Mesjid, RT 05 RW 2, Desa Bojong Cae, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak menderita penyakit Hidrosefalus dan dirawat di rumah.

Saat ini, korban sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak, karena terbentur biaya. Selain itu, korban hanya dirawat di rumah dengan pengobatan alternatif. ‎

Anak dari pasangan suami istri Soleh (34) dan Sumarni (30) tersebut sudah tiga bulan terbaring di tempat tidur.

"Ya, tidak bisa berobat ke dokter, karena kami tidak punya biaya. Sudah hampir tiga bulan anak saya tergeletak di kasur dan hanya mendapat pengobatan alternatif," ujar Soleh, Selasa 27 Oktober 2020.‎

Ia mengaku, anaknya memiliki kartu Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari pemerintah. Oleh pihak Dinas kesehatan (Dinkes), anaknya diminta untuk di rujuk ke Puskesmas  menjalani perawatan.

Baca Juga : Perlindungan Konsumen Pembiayaan Leasing, Ini yang Dilakukan Kemendag

Namun, karena tidak memiliki biaya sehari-hari, ia tidak bisa membawa anaknya untuk dirawat di rumah sakit.

"Untuk biaya makan sehari-hari saja repot. Apalagi, saat ini saya tidak bekerja," ujar Soleh.

‎Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Lebak, Triatno Supiyono membenarkan seorang bocah warga Desa Bojong Cae menderita Hidrosefalus.

Pihak Dinkes dan Puskesmas sudah menanganinya dengan memberikan pengobatan dan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Banten.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X