Madu Berkhasiat Sembuhkan Sakit Lambung, Anggota Kodim Lebak Budidayakan Lebah Hutan

- 31 Juli 2021, 13:33 WIB
Bati Intel Kodim 0603 Lebak Peltu Karna Deni Sopandi menunjukan madu hasil budidaya Lebah di Kampung Kedung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Bati Intel Kodim 0603 Lebak Peltu Karna Deni Sopandi menunjukan madu hasil budidaya Lebah di Kampung Kedung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. /Kabar Banten /Purnama Irawan

KABAR BANTEN - Bati Intel Kodim 0603 Lebak Peltu Karna Deni Sopandi merintis usaha budidaya Lebah madu di lahan seluas 3.000 meter di Kampung Kedung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Usaha budidaya Lebah madu mulai dirintis Bati Intel Kodim 0603 Lebak di lahan seluas 3.000 meter semenjak tahun 2020 lalu.

Setelah satu tahun, merintis usaha budidaya Lebah madu, kini Deni Sopandi selaku Anggota TNI Aktif setiap bulannya menghasilkan 25 liter madu murni.

Baca Juga: Ungkap Pemalsuan Madu Baduy, Jazuli Juwaini Apresiasi Kinerja Polda Banten

"Jadi, awal mula saya merintis budidaya Lebah madu ini berawal dari sakit Lambung," kata Bati Intel Kodim 0603 Lebak Peltu Karna Deni Sopandi kepada Kabar Banten, Sabtu, 31 Juli 2021.

Saat sakit lambung, Ia mengaku, tidak sengaja bertemu dengan pembudidaya Lebah madu di lokasi TMMD di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.

"Terus kemudian saya mencoba madunya karena saya punya penyakit lambung. Saya minum madunya, sakit lambung saya alhamdulilah sembuh," katanya.

Mengetahui betapa besar khasiatnya, kemudian memotivasi dirinya untuk kemudian mencoba mengembangkannya. 

Baca Juga: PPKM Darurat, Omzet Pedagang di Pasar Rangkasbitung Turun 50 Persen

"Untuk tahap percobaan, saya beli bibit Lebah madu sebanyak 10 pasangan. Terus saya coba budidaya kurang lebih 3 bulan Lebah yang dipelihara berkembang biak dan menghasilkan madu," katanya.

Setelah, Lebah madu yang dibelinya mampu berkembang biak dengan baik, selanjutnya menanam vegetasi.

"Habis itu saya mencari bibit Lebah yang lebih bagus lagi, yaitu jenis utama. Ternyata hasilnya cukup lumayan," katanya. 

Lebah madu jenis Itama, diungkapkan Deni, dalam satu log kayu atau sarangnya itu sekali panen menghasilkan satu liter madu murni. 

Baca Juga: Omzetnya Menjanjikan, BUMD Kabupaten Serang Tertarik Garap Bisnis Porang

"Ya satu sampai dua liter madu murni dalam sekali panen," katanya. 

Pada saat ini, Lebah madu dibudidaya olehnya ada 5 jenis. Diantaranya jenis Lebah Trigona Itama, Trigona Terminanata, Trigona Torasika, Trigona Biroi, Trigona Laevicep. 

"Adapun jumlah log dari 10 log kini sudah 50 log yang sudah siap produksi," katanya. 

Deni mengungkapkan, selain membeli bibit dari pembudidaya, dirinya mencari bibit lebah langsung dari hutan yang ada di wilayah Kabupaten Lebak. 

"Saya sengaja nyari Lebah endemij asli Banten di hutan. Di kawasan hutan Ciligrang dan Citorek," katanya. 

Baca Juga: Kisah Inspiratif, Awalnya Ditolak Perusahaan, Kini Punya Thrift Shop Online dengan Puluhan Ribu Pengikut

Pada umumnya budidaya Lebah ini tidak memerlukan perhatian khusus namun yang terpenting Vegetasi. Yaitu menanam banyak bunga di lingkungan sekitar. 

"Untuk Vegetasi harus ada bunga mengandung enzim. Dan kita lakukan penanaman dan alhamdulilah sekarang sebulan menghasilkan 25 liter madu murni," katanya. 

Madu hasil panen selain dikonsumsi untuk keluarga tetapi juga diperjual belikan kepada warga sekitar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Serta melalui media sosial dan melalui koperasi. 

"Harga madu murni per 200 mililiter itu Rp150.000," katanya.***

Editor: Yandri Adiyanda


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x