WFH di Pemprov Banten Kinerja ASN Tak Boleh Kendur

- 18 Desember 2020, 08:00 WIB
Suasana Talk Show dengan tema 'Dibalik WFH Panjang Pemprov Banten' menghadirkan Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi (kiri) dipandu oleh Pemred Kabar Banten Maksuni Husen, di Studio Podcast Kabar Banten, Rabu, 16 Desember 2020.
Suasana Talk Show dengan tema 'Dibalik WFH Panjang Pemprov Banten' menghadirkan Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi (kiri) dipandu oleh Pemred Kabar Banten Maksuni Husen, di Studio Podcast Kabar Banten, Rabu, 16 Desember 2020. /Dokumen Kabar Banten/

Baca Juga : 160 Nama Lolos Seleksi PPPK Pemprov Banten Tahap I, Peserta Diminta Segera Lengkapi Persyaratan

Ia mengatakan, dengan penerapan WFH kasus Covid-19 di kalangan ASN atau pegawai Pemprov Banten tergolong kecil.

"Sampai hari ini penerapan WFH bisa mengendalikan kasus Covid-19. Kalau ada yang terpapar itu karena interaksi di luar," ucapnya.

Septo Kalnadi mengatakan, indikator kinerja pegawai Pemprov Banten masih stabil terlihat dari penyerapan APBD 2020.

"Per 30 November dari target 88 persen, penyerapan anggaran 71 persen lebih. Target Pak Gubernur dan Pak Wagub akhir tahun di atas 90 persen," tuturnya.

Meskipun WFH, kontrol terhadap kinerja pegawai dilakukan secara ketat. Misalnya setiap bulan Biro Adpem mengevaluasi penyerapan masing-masing OPD.

"Pak gubernur mengingatkan yang kurang itu apa masalahnya. Tiap rapat pimpinan bulan-bulan terakhir kinerja meningkat," tuturnya.

Baca Juga : Doa WH untuk Andika Hazrumy di Ultah ke-35 : Semoga Kita Tetap Bersama

Ia mengatakan, indikator ini menunjukkan WFH berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Yakni untuk unit OPD tertentu bekerja semi normal. Seperti BPBD, Satpol PP dan Dinkes.

Septo Kalnadi mengatakan, penerapan WFH tidak berlaku untuk Kepala OPD. Untuk Eselon II minimal tiap OPD 50 persen dari jumlah yang ada. "Kepala OPD bisa mengatur ritme kerja," katanya.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x