Waspada, Kota Serang Berpotensi Tsunami dan Tujuh Bencana Lainnya

- 4 November 2021, 15:05 WIB
Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi korban terluka akibat gempa dan tsunami saat simulasi gempa bumi berpotensi tsunami di Pantai Gope, Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (4/11/2021). Simulasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kecepatan dan ketepatan berbagai komponen pemerintah, relawan dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana khususnya bencana gempa dan tsunami.
Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi korban terluka akibat gempa dan tsunami saat simulasi gempa bumi berpotensi tsunami di Pantai Gope, Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (4/11/2021). Simulasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kecepatan dan ketepatan berbagai komponen pemerintah, relawan dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana khususnya bencana gempa dan tsunami. /Kabar Banten/Hashemi Rafsanjani

Potensi tsunami, kata dia, terjadi di wilayah pesisir, khususnya Kecamatan Kasemen.

Karena berada dekat dengan daerah pantai, sehingga simulasi dilakukan di wilayah Karangantu.

"Jadi dari delapan potensi kebencanaan di Kota Serang, salah satunya ada tsunami, dan di daerah pesisir Kecamatan Kasemen," ucapnya.

Tak hanya itu, Diat menyebutkan, di Kota Serang juga memiliki potensi banjir, kekeringan, longsor, angin puting beliung, hingga bencana industri.

Penyebabnya, karena Kota Serang berdekatan dengan kawasan industri di Kota Cilegon, dan Bojonegara.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Serang Tegur Pelajar Berambut Gondrong Viral di Medsos, Netizen: Sampai Ngekek!

"Iya, karena kan kota serang bertetangga dengan cilegon dan bojonegara. Cilegon itu kan industri kimia, kota serang berdasarkan kajian, bakal terkena imbasnya," tuturnya.

Salah satu warga sekitar Heri mengatakan, pelatihan dan simulasi tersebut perlu dilakukan agar masyarakat paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

"Sehingga bisa meminimalisir jatuhnya korban. Setidaknya kan kami tahu apa yang harus dilakukan pertama kali ketika datang bencana," ujar dia.***

Halaman:

Editor: Yandri Adiyanda


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah