Jelang KBM Tatap Muka, Sejumlah Guru di Kota Serang Takut Rapid Test

- 14 Agustus 2020, 17:11 WIB
Guru di Kota Serang melakukan rapid test sebagai persiapan pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka yang akan dilaksanakan pada 18 Agustus, Jumat (14/8/2020) /Denis Asria/

KABAR BANTEN - Sejumlah guru SD dan SMP di Kota Serang takut menjalani rapid test di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Jumat 14 Agustus 2020. 

Padahal rapid test tersebut diinstruksikan oleh Wali Kota Serang Syafrudin, saat monitoring simulasi KBM tatap muka. Hal itu menjelang pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2020.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Serang Ratu Ani Nuraeni, pihaknya mendapat instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang untuk merapid test 200 guru dan kepala sekolah.

"Kami mendapat perintah dari Dindikbud Kota Serang untuk merapid tes kepala sekolah dan guru sebanyak 200 orang. Namun hasil yang sudah dirapid test ada 94 orang pada Jumat 14 Agustus, yang dijadwalkan tersebut untuk kepala sekolah dan guru baik di tingkat SD dan SMP di Kota Serang," kata Ani.

Baca Juga: Saat KBM Tatap Muka, Perkelas Hanya Boleh 18 Siswa

Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan guru yang hadir, guru yang tidak hadir saat rapid test beralasan takut. Padahal dari 94 guru yang telah dirapid, seluruhnya non reaktif. 

"Kami menanyakan kepada rekan guru, kenapa yang lain tidak mengikuti rapid test, mereka mengatakan takut. Kami juga meminta kepada guru yang sudah dirapid test untuk memberitahukan kepada guru yang lain untuk segera datang namun mereka mengatakan takut," ujarnya.

Baca Juga: Sebelum Pelaksanaan KBM Tatap Muka, Wali Kota Serang Minta Guru Dirapid Test

Ia menuturkan, guru seharusnya menjadi contoh untuk muridnya, dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk rapid test. Sementara untuk memulai kegiatan belajar tatap muka, seluruh guru harus dijamin kesehatannya.

"Kami mengimbau kepada guru yang melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka mohon untuk menjamin kesehatannya. Dalam kegiatan tatap muka juga harus menggunakan masker dan memperhatikan protokol kesehatan," tuturnya.***

Halaman:

Editor: Yandri Adiyanda


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X