Buka Saat Program BPNT Saja, E-Waroeng di Kabupaten Serang akan Dicoret

- 23 Juni 2021, 14:35 WIB
Sekda Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri saat membuka rapat koordinasi dan sosialisasi kegiatan bansos pangan program sembako atau BPNT di Kabupaten Serang di aula Tubagus Suwandi, Rabu, 23 Juni 2021.
Sekda Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri saat membuka rapat koordinasi dan sosialisasi kegiatan bansos pangan program sembako atau BPNT di Kabupaten Serang di aula Tubagus Suwandi, Rabu, 23 Juni 2021. /Kabar Banten/Dindin Hasanudin

KABAR BANTEN - Pelaksana tugas atau Plt Kepala Dinas Sosial atau dinsos Kabupaten Serang Nanang Supriatna tidak segan untuk mencoret E-waroeng yang hanya buka saat program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT berjalan saja atau musiman.

Pencoretan E-waroeng itu diungkapkan dalam Rapat koordinasi dan sosialisasi kegiatan bansos pangan program sembako atau BPNT di Kabupaten Serang, di aula Tubagus Suwandi, Rabu, 23 Juni 2021.

Plt Kadinsos Nanang Supriatna mengatakan, di Kabupaten Serang ada 61.203 Keluarga Penerima Manfaat atau KPM yang masuk program BPNT dan dilayani oleh sejumlah E-waroeng.

Untuk mengurus dan melayani 61 ribu KPM tersebut diakuinya tidak mudah, perlu kerjasama semua OPD dan stakeholder program nasional yang harus menjadikan program ini sebagai unggulan untuk disukseskan.

Baca Juga: Asyik!BPNT Segera Cair Bulan ini, DIsalurkan Hingga Desember 2021, Yuk Ikuti Prosedurnya!

Nanang mengatakan, dalam pelaksanaannya diakui ada beberapa permasalahan sehingga pihaknya melakukan evaluasi. Dari 200 E-waroeng yang ada, hasil evaluasi menemukan ada yang hanya buka ketika pelayanan BPNT saja dan sisanya mereka tutup ketika tidak ada program.

"Kedepan tidak akan terjadi lagi, setelah rakor semua masalah baik e waroeng, administrasi, pendamping dan kinerja kurang ini pasti akan diberikan tindakan. Karena kata bupati harus ada tindakan kongkrit, kalau E-waroeng Februeri sudah di warning tapi masih ada yang demikian di coret saja," ujarnya saat membuka rapat koordinasi.

Oleh karena itu pihaknya pun akan meminta bantuan kejadakan dan turun ke lapangan. Menurut dia lebih baik memberikan tindakan tegas demi kebaikan daripada membiarkan program sehingga ada korban.

"Nanti dari hasil evaluasi akan kita tindak lanjuti setelah rakor," ucapnya.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X