Sejarah Benteng Speelwijk Banten, Wisata Edukatif yang Murah tapi Bermakna

- 2 Januari 2023, 19:35 WIB
Sejarah Benteng Speelwijk Banten, Wisata Edukatif yang Murah tapi Bermakna
Sejarah Benteng Speelwijk Banten, Wisata Edukatif yang Murah tapi Bermakna /Instagram /@rizaldyyuda90

KABAR BANTEN - Benteng Speelwijk, merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yaitu sebagai benteng pertahanan untuk menghadapi serangan laut berbagai bangsa seperti Portugis dan Inggris agar tidak mudah menyerang kesultanan Banten.

Benteng Speelwijk ini didirikan pada tahun 1682, kemudian mengalami perluasan pada tahun 1685 dan 1731. Benteng ini dirancang oleh Hendrick Lucaszoon Cardeel, adapun namanya diambil dari nama gubernur VOC, Cornelis Jansz Speelman.

Baca Juga: Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM PTKIN 2023 Segera Dibuka, Catat Jadwalnya

Seperti dikutip kabarbanten.com dari akun kebudayaan.kemdikbud.co.id., berikut ini sejarah Benteng Speelwijk Banten.

Benteng Speelwijk seakan menjadi simbol kekuasaan kolonial Belanda yang dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Abu Nasr Abdul Kahhar, yang juga dikenal sebagai Sultan Haji.

Sultan Haji adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa, terkenal dekat dengan kaum penjajah Belanda. Hal ini sangat bersebrangan dengan sang ayah Sultan Ageng Tirtayasa.

Benteng Speelwijk terletak di kampung Pamarican sekitar 600 meter ke arah Barat Laut Keraton Surosowan, Situs Banten Lama. Benteng ini berdenah persegi panjang tidak simetris dan setiap sudutnya terdapat bastion.

Sekarang kondisi bangunan Benteng Speelwijk saat ini sudah tidak utuh lagi, banyak kerusakan di semua bagian. Namun demikian di beberapa sudut benteng ini meninggalkan bentuk bangunan yang masih bisa dinikmati dan diketahui fungsinya.

Dengan tiket masuk sebesar Rp20.000, tempat wisata edukatif yang murah meriah ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai inspirasi bagi pembelajaran tentang sejarah Benteng Speelwijk Banten, dan tentunya sejarah masa lalu Indonesia.

Benteng Speelwijk ini pada awalnya diduga mempunyai dua fungsi, yakni sebagai pertahanan dan pemukiman. Benteng tersebut juga menjadi tempat mengontrol segala kegiatan yang berkaitan dengan Kesultanan Banten dan juga sebagai tempat berlindung/bermukim bagi orang Belanda, terutama VOC Belanda.

Selain itu, Benteng Speelwijk ini menjadi ukuran yang hendak diungkapkan bahwa VOC Belanda berhasil memonopoli perdagangan merica yang berasal dari Lampung Selatan, untuk kemudian dijual lagi kepada pedagang-pedagang asing yang berasal dari Cina, Malaysia, Arab, India dan Vietnam.

Dahulu di benteng ini dilengkapi dengan parit yang berfungsi untuk mempersulit laju musuh yang menyerang. Sepanjang kawasannya nampak batu-batuan berwarna merah yang terbuat dari pasir dan kapur pada masa tempo dulu.

Tiap sisinya di bentuk menyerupai segi empat dengan beberapa menara pengintai yang disebut Bastion. Sampai saat ini pun semua bangunan menara masih bisa dinikmati oleh pengunjung.

Terdapat beberapa ruangan yang masih kuat berupa lorong yang menghubungkan antara bangunan. Fungsinya untuk dijadikan penjara dan ruang interogasi mencari informasi.

Benteng Speelwijk dilengkapi dengan empat bastion, jendela meriam, ruang jaga, basement untuk gudang/logistik dan tambatan perahu. Benteng ini dilengkapi parit keliling yang berfungsi sebagai pertahanan luar benteng dengan ketebalan antara 1,5 sampai 2 meter.

Di benteng ini terdapat bastion dan sebuah menara pengintai. Di bawah bastion terdapat ruangan tempat mesiu disimpan. Pembagian ruangan utama di dalam benteng adalah kamar penyimpanan senjata, rumah komandan, kantor administrasi dan gereja yang semuanya tinggal reruntuhan dan pondasinya saja.

Baca Juga: 8 Trik Bermain Lato Lato Bagi Pemula, Aman dan Menghasilkan Irama, Nomor Delapan Jarang Diketahui

Itulah sejarah Benteng Speelwijk Banten yang menarik untuk dikunjungi dan dijadikan wisata Edukatif.***

Editor: Maksuni Husen

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah