Hadapi Resesi Ditengah PSBB, Pemkot Serang Lakukan Ini

- 22 September 2020, 23:03 WIB
Ilustrasi Resesi /

KABAR BANTEN - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan beberapa langkah dalam menghadapi ancaman resesi ditengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satunya tetap membiarkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berusaha.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, ancaman resesi bukan hanya terjadi di Kota Serang. Tetapi, di seluruh Indonesia. Namun, Pemkot akan berupaya agar bisa terhindar dari jurang resesi.

"Pemkot Serang akan ada upaya untuk bisa tidak resesi, artinya kita tetap akan memulihkan terutama masyarakat pedagang yang selama ini juga kita tidak menyetop untuk berdagang, tapi hanya membatasi. Jadi pembatasan ini mudah-mudahan di Kota Serang tidak sampai resesi Insya Allah," kata Syafrudin saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa 22 September 2020.

Ia memastikan, meskipun PSBB terus berlangsung, upaya penyelamatan ekonomi dengan menumbuhkan industri kecil maupun industri menengah terus dilakukan.

"Orang usaha tetap berjalan biasa, kemudian produksi UMKM tetap berjalan, pengembangan UMKM terus berjalan jadi tidak disetop," ucap dia.

Baca Juga : Penjelasan Wali Kota Serang Soal Kasus Covid-19 Naik Terus di masa PSBB

Meski demikian, kata Syafrudin, Pemkot belum bisa memberikan kembali bantuan stimulus bagi para pelaku UMKM. Karena, pada APBD Perubahan 2020 anggaran yang ada sangat minim. Namun, hal itu bisa saja dilakukan di APBD murni 2021.

"Insya Allah kedepan paling, karena di perubahan ini tidak ada anggaran, 2021 Insya Allah ada (stimulus)," kata orang nomor satu di Kota Serang itu.

Kemudian, ujar dia, upaya lainnya yang akan dilakukan Pemkot Serang dengan membentuk tim pemulihan ekonomi. Meskipun, ia mengklaim pertumbuhan ekonomi di Kota Serang masih berjalan baik.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X