Inilah 3 Bukti Pendaratan Pertama Kali di Bulan Bukan Rekayasa Belaka!

- 2 Juni 2023, 12:45 WIB
Ilustrasi saat pesawat Apollo 11 pergi untuk pendaratan pertama kali di bulan.
Ilustrasi saat pesawat Apollo 11 pergi untuk pendaratan pertama kali di bulan. /freepik/frimufilms

400.000 ribu orang tersebut terbagi dari berbagai bidang yang direkrut untuk mensukseskan misi Apollo 11. Jadi jika memang pendaratan di bulan hanya rekayasa, bagaimana caranya memaksa 400.000 orang tersebut untuk menutup mulut mereka.

Rasanya sangat sulit untuk menutup mulut 400.000 orang, jika memang pendaratan di bulan ini adalah sebuah rekayasa dari negara Amerika Serikat.

- Sampel batuan dari pendaratan pertama kali di bulan

Dilansir dari kanal YouTube kevindikmanto2, sampel bantuan yang dibawa pada pendaratan pertama kali di bulan sebanyak 380Kg. Dari penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, batuan tersebut tidak pernah ditemukan di bumi.

Ditambah lagi setelah bertahun-tahun kemudian, misi Chang'e 5 yang dilakukan China juga membawa hasil yang sama dari batuan Apollo 11. Hal ini menjadi lebih memperkuat bahwa pendaratan pertama di bulan bukanlah sebuah rekayasa belaka.

- Bantahan pakar untuk teori konspirasi pendaratan di bulan

Baca Juga: Pria Indonesia Urutan ke-115 Rata-rata Tinggi Badan Dunia, Belanda Paling Jangkung

Dilansir dari kanal YouTube kevindikmanto2, ada pakar yang membantah salah satu teori konspirasi yang menyangkal pendaratan di bulan.

Teori konspirasi yang disangkal adalah teori tentang bendera yang berkibar seperti tertiup angin. Dilansir dari kanal YouTube kevindikmanto2, setelah diteliti lebih lanjut ternyata terdapat kawat di atas bendera. Sehingga membuat bendera tersebut terlihat seperti bendera yang sedang berkibar.

Dan itulah tiga alasan mengapa pendaratan pertama kali di bulan bukanlah sebuah rekayasa belaka. Jadi bagaimana menurut anda tentang pendaratan pertama di bulan ini? Rekayasa atau bukan rekayasa?***

Halaman:

Editor: Yandri Adiyanda

Sumber: YouTube Kevindikmanto2


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x