Hati-hati Tanggal 26 di Akhir Tahun 2021, Eyang Jati Kusumo Dapat Pesan Ratu Pantai Selatan, Apakah Tsunami?

- 21 November 2021, 20:09 WIB
Ilustrasi gambar tsunami yang diisyaratkan Eyang Jati Kusumo sebagai pesan dari Ratu Pantai Selatan dan diminta ekstra hati-hati di tanggal 26 akhir tahun 2021.
Ilustrasi gambar tsunami yang diisyaratkan Eyang Jati Kusumo sebagai pesan dari Ratu Pantai Selatan dan diminta ekstra hati-hati di tanggal 26 akhir tahun 2021. /Pixabay

KABAR BANTEN - Tak terasa sebentar lagi memasuki akhir tahun 2021, dan segera berganti tahun 2022.

Namun jelang akhir tahun 2021 yang segera berganti tahun 2022, muncul berbagai remalan dan prediksi.

Salah satu ramalan dan prediksi yang muncul adalah dari Eyang Jati Kusumo, yang meminta agar berhati-hati di Tanggal 26 akhir tahun 2021.

Baca Juga: 20 Misteri di Tahun 2022, Menurut Ramalan Jayabaya, Benarkah Pertanda Kiamat?

Dikutip kabarbanten.pikiran-rakyat.com dari YouTube Ngaji Roso pada 25 Oktober 2021, Eyang Jati Kusumo mengungkap pesan 'Sing Setiti Ngatiati Warso Iki'.

Pesan yang disampaikan Eyang Jati Kusumo tersebut, berasal dari sosok yang disebutnya Ibu Ratu Pantai Selatan.

Terkhusus pada Tanggal 26 akhir tahun 2021, harus benar hati-hati.

"Kalau saya terima dengan perasaan, ya seperti itu," kata Eyang Jati Kusumo.

Pada intinya, pesan dari Ratu Pantai Selatan sampai akhir tahun nanti itu manusia isinya hanya bertengkar, suudzon, saling bertengkar.

"Bermusuhan, saling ini, saling itu, gini, gini," kata Eyang Jati Kusumo menambahkan.

Nanti setelah masuk Desember masuk tanggal 26, Eyang Jati Kusumo mewanti-wanti untuk ekstra hati-hati.

"Bulan November atau Desember gitu, kalau bisa harus ekstra hati-hati gitu," katanya.

Ketika ditanya secara spesifik yang akan terjadi pada tanggal 26 tersebut, Eyang Jati Kusumo tampak terdiam dan mukanya berubah serius.

"Ko panggebluk gede yo," kata Eyang Jati Kusumo, setelah telunjuknya mengangkat mengarah ke beberapa sisi.

Ketika ditanya lagi tentang panggebluk yang akan terjadi bakal lebih besar dari Corona, lagi-lagi tak menjelaskan dan hanya mengucapkan kalimat 'waduh'.

Namun dia berharap tidak ada apa-apa, dan yang disampaikannya hanya sebatas ilusinya saja.

Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami Diperkuat, BMKG dan ESDM Perkokoh Kerjasama, Dwikorita: Belajar dari Selat Sunda

Eyang Jati kemudian memberikan pesan kepada kaum muda untuk mencuci kedua kaki ibu dan meminta ampun.

"Mudah-mudahan jauh dari godaan, dari petaka, gangsar lancar bekerja, dan seger waras, selamat," katanya.***

Editor: Yadi Jayasantika

Sumber: Youtube Ngaji Roso


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x