Soal Belajar Tatap Muka, Politisi Nasdem Katakan Ini

- 27 Oktober 2020, 09:42 WIB
Anggota DPRD Pandeglang Dadi Rajadi /Endang Mulyana /

KABAR BANTEN - Di tengah pandemi corona virus disease 2019 atau Covid-19, dunia pendidikan sedikit terhambat. Namun demikian kata Politisi Partai Nasdem yang juga anggota DPRD Pandeglang, Dadi Rajadi menilai sistem pembelajaran jarak jauh yang sudah diterapkan oleh Kementerian Pendidikan merupakan salah satu formula pembelajaran dalam rangka menghindari penyebaran virus corona.

Namun saja sisi kelemahannya siswa tidak bisa mengekspresikan kemampuannya jika tidak ada komunikasi dua arah atau tatap muka dengan tenaga pendidik. Selain itu, memang tidak semuanya siswa mendapatkan kuota Covid dan itu sedikit membebani orang tua.

"Jadi saya berpendapat bahwa pembelajaran  tatap muka sangat perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran , karena tidak semua siswa memiliki telepon genggam, sehingga pelajaran yang dilakukan melalui daring agar terhambat, " kata Dadi Rajadi kepada Kabar Banten, Selasa 27 Oktober 2020.

Baca Juga: Terkait Aksi Penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, Pimpinan DPRD Pandeglang Lakukan Ini

Selain itu, lanjut Dadi, kemampuan orang tua siswa juga  berbeda-beda , sehingga orang tua sedikit terbebani kalau harus membeli kuota sebagai sarana pembelajaran daring. Selain itu faktor  lokasi siswa yang  jauh dan terganggu jarungan  signal dapat menghambat proses pembelajaran daring.

"Jadi pembelajaran tatap muka sangat diperlukan. Tetapi harus dilakukan sesuai pembagian jadwal yang ditentukan pihak sekolah," ujarnya.‎

Proses pembelajaran tatap muka, kata Dadi, tetap tidak mengesampingkan anjuran pemerintah soal protokol kesehatan  Covid-19, seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer," ucapnya.***

Editor: Yandri Adiyanda


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X