Hari Tasyrik Setelah Idul Adha Dilarang Berpuasa, Ini Alasan dan Penjelasannya

- 20 Juli 2021, 17:52 WIB
Ilustrasi Jamaah haji memanjatkan doa agar wabah Pandemi Covid-19 segera berakhir./Pikiran Rakyat=
Ilustrasi Jamaah haji memanjatkan doa agar wabah Pandemi Covid-19 segera berakhir./Pikiran Rakyat= /

KABAR BANTEN- Dalam agama umat Islam, ada sejumlah hari yang dianggap istimewa selain hari raya. Salah satunya yakni Hari Tasyrik setelah lebaran Idul Adha.

Hari Tasyrik adalah hari yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Dzulhijjah kalender Hijriah. Sehari setelah Idul Adha, yang berlangsung selama tiga hari lamanya.

Selama tiga hari itu, adalah Hari Tasyrik yang merupakan rangkaian penting dalam Islam, tepat setelah Idul Adha.

Baca Juga: Mayoritas: Sudah Cukup dan Hentikan PPKM, Tingkat Kepercayaan Menurun, LSI Ungkap Hasil Survei Nasional

Saat Hari Tasyrik, umat Islam yang sedang melangsungkan ibadah haji di Tanah Suci, melakukan kegiatan melempar jumrah di Mina. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang wajib dijalankan oleh seluruh jemaah haji. 

Di hari yang penuh berkah tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Namun tidak diperkenankan atau bahkan dilarang secara keras untuk beribadah puasa.

Tidak seperti Idul Fitri, yang kebalikannya justru dianjurkan menjalani puasa enam hari di bulan Syawal.

Halaman:

Editor: Yadi Jayasantika


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X