Kasus Covid-19 Meningkat, Kota Cilegon Ditetapkan Sebagai Zona Merah Untuk Ketiga Kalinya

11 Januari 2021, 23:37 WIB
Ilustrasi Covid-19 Umum1 /

KABAR BANTEN - Kota Cilegon kembali menjadi zona merah Covid-19. Hal tersebut membuat Plt. Kadinkes Kota Cilegon Dana Sujaksani angkat bicara.

Dana mengaku, kembalinya Kota Cilegon ke zona merah Covid-19 akibat penambahan kasus Covid-19 yang terjadi di semua klaster seperti keluarga, pegawai, perusahaan dan juga dampak dari libur panjang kemaren.

Untuk itu pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan Covid-19, artinya protokol kesehatan tetap gencar dilakukan melalui berbagai sosialisasi dan operasi.

“Kami akan terus melakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin. Dimana upaya tersebut akan kami gencarkan kepada masyarakat. Kami menduga ditetapkannya Kota Cilegon ke zona merah Covid-19 akibat dari klaster liburan yang telah terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Dana Sujaksani, Senin, 11 Januari 2021.

Baca Juga : Yuk, Cek Lagi Kriteria Orang yang tidak Boleh Divaksin Covid-19

Dia mengatakan, selain adanya klaster liburan, jumlah kasus Covid-19 juga meningkat terus tiap hari. Selain itu jumlah kematian yang dirata-ratakan selalu ada setiap hari.

Adanya WFH bagi para ASN serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), diharapkan bisa kembali mengetuk hati masyarakat Kota Cilegon untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan agar Kota Cilegon kembali ke zona oranye segera.

“Naiknya kasus Covid-19 yang terus menerus dalam sepekan serta meningkatnya jumlah angka kematian ditambah banyak faskes yang ditutup kemungkinan menjadi alasan bahwa Kota Cilegon menjadi zona merah Covid-19 kembali,” ujar Dana Sujaksani.

Baca Juga : Klaster Perkantoran di Kota Baja Mengganas, Pemkot Cilegon Terapkan WFH 75 Persen

Ia menambahkan, penetapan zona merah kembali bagi Kota Cilegon adalah yang ketiga. Walaupun saat ini Pemkot Cilegon tengah melaksanakan WFH, namun belum berdampak.

Mengingat Kota Cilegon sudah memasuki zona merah, maka pihaknya akan memperketat protokol kesehatan dan melakukan monitoring dan sidak ditempat-tempat umum yang ada kerumunan massa.

Baca Juga : Pemkot Cilegon Siapkan 32 Faskes Layani Vaksinasi Covid-19

Berdasarkan data yang ada sampai dengan saat ini, kata dia, jumlah Kontak Erat (KE) mencapai, 4.497 orang, Kasus Suspek (KS) 2.551 orang dan Kasus Probable 0. Sementara yang masih dirawat 161 orang, sembuh 1.911 orang dan meninggal 83 orang.

"Kami berharap dengan penerapan WFH dan PSBB yang masih dilakukan ini dengan upaya yang semakin gencar akan menimbulkan dampak yang bagus, yaitu penurunan angka positif Covid-19 yang signifikan. Baik dari klaster keluarga, industri dan semuanya,” ujar Dana.***

Editor: Kasiridho

Tags

Terkini

Terpopuler