Sekda Banten Mundur, Gubernur Banten Disorot, Fitron: Bapak Tidak Akan Membiarkan Anaknya Kabur dari Rumah

25 Agustus 2021, 12:19 WIB
Fitron Nur Ikhsan bicara tentang mundurnya Sekda Al Muktabar dan kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim. /dok. kabar banten/

KABAR BANTEN – Anggota DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan menyoroti kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim, pasca mundurnya Sekda Banten Al Muktabar.

Ini setelah dua peristiwa pejabat mundur dalam waktu yang berdekatan, yakni 20 pejabat Dinkes Banten pada Juni lalu dan terbaru Sekda Banten Al Muktabar di masa kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.

Fitron berharap Sekda Banten Al Muktabar menjadi pejabat terakhir yang mundur di saat penting. Dia juga berharap Gubernur Banten Wahidin Halim dapat membawa kepemimpinan di Banten layaknya sebagai seorang bapak.

Baca Juga: Sekda Banten Al Muktabar Mundur karena Incar Kursi Penjabat Kepala Daerah?

“Bapak itu mengulurkan tangan saat anaknya bandel sekalipun. Bapak itu menyediakan waktu untuk mendengarkan meski keluhan pegawainya itu urusan pribadinya,” kata Fitron yang juga Sekretaris Komisi V DPRD Banten ini, kepada Kabar Banten, Rabu 25 Agustus 2021.

Menurut Fitron, seorang bapak itu tidak mendengarkan bisik-bisik satu orang, tapi lapang dada mencoba memahami semua pendapat anaknya.

“Bapak itu membimbing sampai pegawainya bisa menemukan kesempurnaan kerjanya. Mereka tidak dibiarkan salah dan tidak boleh menularkan kesalahannya,” ucapnya.

“Bapak tidak akan membiarkan anaknya kabur dari rumah meski sebesar apapun persoalan yang dihadapi. Bapak ingin mengajak semua pegawainya merayakan kesuksesan pembangunan bersama sama diakhir masa jabatannya,” ujarnya, menambahkan.

Fitron juga mengibaratkan bahwa pemimpin adalah seorang dai bukan hakim.
Kata dia, dai tidak menghakimi, tidak membuat kesalahan atau kelalaian pegawainya untuk dihukum.

“Dai membimbing, mengajak bicara dan mencegah sekecil apapun kelalaian dan kesalahan,” ujarnya.

“Berbeda jika gubernur adalah seorang hakim. (Hakim) Ya memang kerjanya untuk menghakimi, menunjukkan kepada publik seseorang ini salah atau benar, mampu atau tidak,” tambahnya.

Menurutnya, fenomena mundur dari jabatan bak drama di XXI yang seharusnya tidak terjadi.
Sebaliknya, seharusnya drama yang mencuat adalah tentang keunggulan kompetitif kinerja.

Baca Juga: Muhtarom tak Lolos Persyaratan, Plt Sekda Banten Tertutup Ikut Lelang Jabatan, Ini Alasannya

“Sudah 21 pejabat, sudah macam drama yang diputar di XXI. Jangan ada drama yang lebih mengemuka dari pada keunggulan kompetitif kinerja,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekda Banten Al Muktabar memutuskan mundur dengan alasan akan kembali bertugas di Kemendagri.

Kepala BKD Banten Komarudin mengkonfirmasi bahwa Gubernur Banten Wahidin Halim telah menyetujui permohonan mundur Sekda Banten Al Muktabar tersebut pada Selasa 24 Agustus 2021.***

Editor: Rifki Suharyadi

Tags

Terkini

Terpopuler