Sekolah dan Perkantoran Sepi Berkepanjangan, Pedagang Dulu Kesulitan Modal Kini Susah Berjualan

- 22 Februari 2021, 15:30 WIB
ilustrasi umkm /

KABAR BANTEN - Para pedagang keliling yang termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM, makin terjepit dengan situasi pandemic Covid-19. Padahal, perhatian pemerintah melalui bantuan permodalan bagi pelaku UMKM cukup besar.

Perhatian pemerintah, di antaranya dnegan menyiapkan dua program bantuan untuk UMKM terdampak covid-19. Pertama, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp3,4 juta dari Kemensos, yang diantaranya diperuntukan bagi kelontong, kuliner, dan pedagang.

Dikutip KabarBanten.com dari Indonesia.go.id, Kemensos mulai Januri 2021 menyalurkan bantuan modal kewirausahaan sosial yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat dari Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

Baca Juga: Krisis Air Bersih di NTT, Pangdam IX Udayana dan Shopee Indonesia Komitmen Berikan Solusi

Meski demikian, para pedagang mengaku permasalahan yang dihadapinya kini bukan soal permodalan. Akan tetapi, mereka kehilangan lapak jualan atau tempat mangkal yang selama ini menjadi potensi keuntungan dari jualannya.

 Baca Juga: Cara Mudah Mengenali Aura dalam Diri Manusia, Cukup dengan Usap Bagian Anggota Badan Ini

Potensi pasar yang selama ini menopang usaha mereka, di antaranya sekolahan, perkantoran, hingga pusat-pusat keramaian. Namun dengan kondisi pandemi Covid-19, tempat-tempat andalan bagi usaha mereka tersebut ditutup sementara dan banyak pegawai yang bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

 Baca Juga: Puluhan Mobil Mewah Terseret Banjir, Rumah 'Jablay' Tenggelam, Postingan Ustad Kondang Ini Bikin Merinding

“Ada modal juga mau jualan dimana, wong sekolah pada tutup. Tempat-tempat rame udah gak ada, keliling juga pada takut keluar. Sekarang jualan sepi. Neh dari pagi, dagangan amsih banyak. Tuh yang lain juga begitu,” kata seorang pedagang pempek keliling di Kota Serang, Jajang.

Halaman:

Editor: Yadi Jayasantika


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X