Pemkab Serang Akan Kaji Omnibus Law

- 15 Oktober 2020, 08:30 WIB
Omnibus Law Ilustrasi /

KABAR BANTEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan melakukan kajian terhadap Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja bersama akademisi, pakar hukum, dan tokoh.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui bagian mana saja dari UU tersebut yang memberatkan buruh dan tidak.

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Serang Ade Ariyanto mengatakan, dalam waktu dekat akan membedah Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja bersama sekretrais daerah (sekda), akademisi, tokoh masyarakat, dan pakar hukum. Mana yang kira-kira memberatkan buruh dan tidak.

"Itu ada peluang dalam penyusunan peraturan pemerintah, teknis di situ kami kasih masukan terhadap Perpu Omnibus Law itu, sehingga saya yakin dalam pergerakan tidak ada yang dirugikan," katanya saat ditemui Kabar Banten di sela aksi unjuk rasa ribuan buruh, Rabu 14 Oktober 2020.

Baca Juga : DPRD dan Pjs Bupati Temui Massa Aksi Tolak Omnibus Law

Ia menuturkan, masyarakat harus yakin di mana juga negara tidak akan ada yang menyengsarakan rakyatnya.

Ia menyimpulkan, adanya gejolak ini, karena ada mis dan ketidak pahaman antara produk yang ada, kemudian sosialisasi yang kurang serta ditambah opini berkembang di lapangan seperti saat ini.

"Kami bedah dengan pakar hukum, akademisi, dan para tokoh," ujarnya.

Ia menuturkan, hasil bedah UU tersebut nantinya akan dijadikan masukan melalui gubernur kepada Pemerintah Pusat untuk bahan penyusunan peraturan pemerintah.

Halaman:

Editor: Kasiridho


Tags

Komentar

Terkini

X