LIPI Kembangkan APD Nanosilver, Inovasi Pelindung Para Nakes

- 15 Maret 2021, 22:41 WIB
APD Nanosilver Pelindung Nakes
APD Nanosilver Pelindung Nakes /Twitter @lipiindonesia

KABAR BANTEN – Kabar baik kini datang dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang mengumukan dalam akun twitter @lipiindonesia pada Senin, 15 Maret 2021, pihaknya sedang mengembangkan inovasi untuk APD bagi para Tenaga Kesehatan (Nakes).

Joddy Arya Laksono selaku peneliti dan tim dari Pusat Penelitian Kimia LIPI sedang mengembangkan inovasi nanopartikel perak atau nanosilver untuk memperkuat Alat Pelindung Diri (APD).

Alat ini benar-benar dapat melindungi para Tenaga Medis, terutama berkaitan dengan Virus Covid-19.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Guru di Kabupaten Pandeglang Menimbulkan Kerumunan, Sekda Pandeglang Langsung Bertindak

Saat ini, Joddy beserta tim sedang melakukan penelitian mengenai proses impregnasi partikel nanosilver pada kain bahan APD.

Hal yang menjadi perhatian utama dalam penelitian nanosilver sendiri adalah distribusi nanosilver dan proses ikatan kimia-fisik, karena hal tersebut berkaitan dengan efektivitas dan unjuk kerja dari nanosilver sebagai material antimikroba pada permukaan kain APD.

Baca Juga: Frasa Agama Harus Tetap Ada, Sebagai Landasan Utama Pendidikan

Dilansir KabarBanten.com dari akun twitter @lipiindonesia Nanosilver atau partikel perak dengan ukuran nano ini memiliki bentuk kristal, konsentrasi, stabilitas, dan ukuran partikel yang dikembangkan melalui rekayasa teknologi proses kimia.

Baca Juga: Bandingkan dengan Supir Taksi Perihal Vaksinasi, Netizen Sarankan Budiman Sudjatmiko Begini

Dengan ukuran kuantum dan luas permukaannya yang besar, nanosilver ini mempunyai aktivitas antibakteri dalam melakukan kontak dengan sangat baik terhadap mikroorganisme yang dapat diaplikasikan dalam tekstil antibakteri.

Lebih lanjut, Joddy selaku peneliti yang meneliti nanosilver pada APD menjelaskan bahwa dari hasil penelitian, nanosilver tersebut memiliki kemampuan antimikroba terhadap bakteri, virus, dan mikroorganisme eukariotik yang aplikasinya sangat luas, termasuk untuk tekstil antibakteri.

Baca Juga: Wali Kota Cilegon Nyamar di Pasar Kranggot, Direspon OPD Terkait, Rahmatulloh: Pejabat Jangan Cari Muka

Dengan adanya APD antibakteri yang dikembangkan ini, tentunya akan sangat membantu para Nakes yang beresiko tinggi seperti tenaga kesehatan bedah atau tindakan medis lainnya.

Selain dirasakan langsung manfaatnya oleh para tenaga medis, juga diciptakannya APD antibakteri ini akan berdampak domino dalam penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Milad IMM ke-57, ICMI Banten Harapkan Kontribusi Bagi Negeri

Jika para Nakes terselamatkan, maka pasien Covid-19 akan tertangani dan kasus positif Covid-19 juga akan terkendali bahkan alami penurunan, dan keberlanjutannya yang diharapkan pastinya adalah Indonesia dapat terbebas dari pandemi Covid-19.*** 

Editor: Yadi Jayasantika

Sumber: Twitter @lipiindonesia


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x