1.500 Anak di Kota Serang Putus Sekolah, Didominasi Usia SMP

- 8 Maret 2024, 12:30 WIB
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin menyebutkan terdapat 1.500 anak di Kota Serang tidak sekolah atau putus sekolah.
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin menyebutkan terdapat 1.500 anak di Kota Serang tidak sekolah atau putus sekolah. /Kabar Banten/Rizki Putri

KABAR BANTEN - Sekitar 1.500 anak di Kota Serang mengalami putus sekolah mulai dari usia tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, dan didominasi akibat persoalan perekonomian, sehingga para orang tua memutuskan pendidikan anak-anaknya di tengah jalan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang usai kegiatan rapat teknis penanganan pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Serang, bersama Non Governmental Organization (NGO), dan United States Agency For International Development (USAID), Kamis 7 Maret 2024.

Baca Juga: Jadi Alasan Utama Putus Sekolah, Puluhan Anak di Kota Serang Jadi Korban Perundungan

Dikatakan Nanang, jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kota Serang tercatat sekitar 1.500 anak dengan rentang usia pendidikan tingkat SD dan SMP, yang merupakan kewenangan Pemerintah Kota Serang.

"Sebetulnya bukan anak-anak tidak sekolah. Tapi mereka hanya berhenti di tengah jalan. Karena jaman sekarang tidak mungkin ada anak yang tidak sekolah," katanya.

Dia menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan anak tidak sekolah di Kota Serang, terutama permasalahan ekomoni dari orang tua anak yang tidak stabil.

Sehingga, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan atau sekolah anak-anaknya.

"Karena sekolah SD dan SMP sudah dijamin oleh pemerintah melalui dana biaya operasional sekolah (BOS), termasuk sekolah swasta," ujarnya.

Menurut dia, persoalan anak tidak sekolah atau putus sekolah merupakan masalah krusial yang tidak hanya terjadi di Kota Serang. Melainkan di hampir seluruh daerah kabupaten dan kota lain di Indonesia.

"Setiap daerah pasti ada anak tidak sekolah. Makanya, kami berkomitmen dan memastikan untuk menuntaskan persoalan ini," tuturnya.

Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bekerja sama dengan USAID Erat untuk penanganan anak tidak sekolah di Kota Serang, karena dalam penyelesaian persoalan tersebut tidak dapat ditangani secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Untuk teknis programnya, anak-anak yang putus sekolah tersebut akan mengikuti ujian paket A, B, dan C.

Baca Juga: Faktor Ekonomi Jadi Kendala, Ratusan Anak di Kota Serang Putus Sekolah

"Karena kami ingin betul-betul memastikan program pengembalian anak tidak sekolah ini bisa terencana dengan baik. Nanti kami petakan, dan mudahan-mudahan bisa tertuntaskan secara bertahap," ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Leni Puspasuri Sesunan mengatakan, anak putus sekolah atau tidak sekolah didominasi oleh tingkat SMP.

"Yang paling banyak itu di usia SMP. Kalau SMA itu kewenanganya ada di provinsi. Walaupun tetap kami akomodir," ujarnya.***

 

Editor: Yandri Adiyanda


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x