Cegah Covid-19 Klaster Keluarga, Ini Yang Dilakukan DP3AKB Kota Cilegon

- 23 Oktober 2020, 08:09 WIB
Suasana diskusi ”Obrolan Mang Fajar” di Kantor Redaksi Kabar Banten, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 72, Kota Serang, Kamis 22 Oktober 2020.
Suasana diskusi ”Obrolan Mang Fajar” di Kantor Redaksi Kabar Banten, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 72, Kota Serang, Kamis 22 Oktober 2020. /Hashemi Rafsanjani/

KABAR BANTEN - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon merupakan salah satu bagian penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon.

Dalam menjalankan peran dan fungsinya, dinas yang dipimpin Heni Anita Susila tersebut sampai mengerahkan ribuan kader dari kalangan emak-emak dalam melakukan sosialisasi.

Hal itu terungkap dalam Obrolan Mang Fajar dengan tema "Peran DP3AKB Cegah Corona" di Kantor Redaksi Harian Umum (HU) Kabar Banten, Kamis 22 Oktober 2020. Obrolan tersebut dipandu Redaktur Pelaksana (Redpel) HU Kabar Banten Yadi Jayasantika.

"Peran DP3AKB Cegah Corona selama musim pandemi, bersama forum Genre, Kader Cilegon Mandiri serta organisasi lainnya di bawah naungan DP3AKB, melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19," ujar Heni.

Baca Juga : Update Covid-19 Provinsi Banten: Covid-19 Kembali Meledak, PSBB Diperpanjang

Dia mengatakan, sosialisasi tersebut mulai lewat pengeras suara yang ada di mobil pelayanan, masjid dan juga musala melalui Kader Cilegon Mandiri. Serta komunitas milenial yang memanfaatkan jaringan Generasi Remaja atau disebut dengan Genre.

Sosialisasi tersebut masuk hingga ke wilayah pelosok agar masyarakat dapat mengenali dan memahami apa Covid-19 dan pencegahannya.

"Kami telah menerjunkan seluruh Kader Cilegon Mandiri (KCM), juga Genre untuk menyampaikan berbagai informasi serta kebijakan pemerintah dalam menghadapi wabah corona. Sehingga nantinya warga bisa paham dan menaati berbagai instruksi yang sudah diberikan, termasuk juga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," ujar Heni.

Dalam pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19, kata dia, pihaknya juga memanfaatkan whatsapp grup. Sebab, nyak pesan berantai yang disampaikan kepada elemen masyarakat.

"Karena memang ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral kami dalam ikut berperan serta melakukan pencegahan Covid-19. Setiap lingkungan kami punya kader. Mereka diminta untuk bersosialisasi namun tidak berkerumun. Caranya itu lewat pengeras suara di musala-musala lingkungan, sehingga warga terus diingatkan," tuturnya.

Baca Juga : Penanganan dan Pendampingan Korban Kekerasan, Ini Yang Dilakukan DP3AKB Kota Cilegon

Untuk bisa mengajak warga menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga telah membuat lagu untuk memudahkan warga mengingat dan bisa langsung menyentuh warga yang tidak paham.

"Saya juga sudah membuat lagu yang saya ciptakan sendiri. Hal itu saya lakukan untuk memudahkan warga mengingatnya. Karena memang untuk mengingatkan warga harus terus menerus, apalagi sampai dengan saat ini pandemi Covid-19 masih ada," ucapnya.

Dia mengatakan, sosialisasi dilakukan secara bertahap. Bukan saja memberi pemahaman corona, namun pihaknya juga menyertakan masker serta sembako bagi mereka yang membutuhkan tentunya dengan melihat kondisi keseharian penerima bantuan.

"Insya Allah, kami tetap konsisten. Apalagi, Pak Edi Ariadi melakukan launching kampanye anak pintar memakai masker, dan kami akan terus melakukan pengawasan terhadap keluarga," tuturnya.***

Editor: Kasiridho


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah