6 Guru Besar Dikukuhkan, Sekjen Kemenag: UIN Banten Torehkan Sejarah

- 28 Desember 2023, 06:46 WIB
Sekjen Kemenag Nizar Ali, Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyuddin dan Ketua Senat UIN SMH Banten Zakaria Syafei saat penyerahan guru besar UIN Banten.
Sekjen Kemenag Nizar Ali, Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyuddin dan Ketua Senat UIN SMH Banten Zakaria Syafei saat penyerahan guru besar UIN Banten. /UIN Banten

KABAR BANTEN – Universitas Islam Negeri  Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten kembali mengukuhkan guru besar.  Kali ini, ada enam guru besar UIN Banten yang dikukuhkan sekaligus dalam podium yang sama.

Sekjen Kemenag Nizar Ali yang hadir dalam acara pengukuhan 6 guru besar UIN Banten menyebut sebagai torehan sejarah yang dilakukan UIN SMH Banten.

”Ini merupakan torehan tintas emas, karena ada  enam buru besar dalam satu waktu, pertama kali dalam sejarah UIN SMH Banten. UIN Banten panen guru besar,” katanya dalam sambutan saat pengukuhan guru besar UIN Banten di Auditorium UIN Banten, Lt 3 Kampus 2 UIN Banten, Rabu 27 Desember 2023.

Pengukuhan 6 guru besar UIN Banten ini digelar dalam sidang senat terbuka. Acara dibuka Ketua Senat UIN SMH Banten Prof Dr Zakaria Syafei, dihadiri Rektor UIN SMH Banten Prof Dr Wawan Wahyuddin, para wakil rektor, mantan Rektor UIN Banten Prof Dr HMA Tihami dan undangan lainnya.

Baca Juga: 14 Mahasiswa PPSL S3 Digembleng di UIN Banten, Ini Pesan Rektor

Diketahui, enam guru besar yang dikukuhkan yakni  Prof Yanwar Pribadi, S.S, M.A, Ph.D (Guru Besar Ilmu Antropologi Agama),  Prof Dr Itang, M.Ag (Guru Besar Ilmu Ekonomi Islam),  Prof Dr Ahmad Qurtubi, M.A (Guru Besar Ilmu Manajemen Pendidikan),  Prof Dr H Rumbang Sirojudin, M.A (Guru Besar Ilmu Pendidikan Agama Islam), Prof Dr Suryani, M.Si (Guru Besar Ilmu Ekonomi Islam), dan Prof Dr Yuyun Rohmatul Uyuni, M.Ag (Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Arab).

Dengan bertambahnya enam guru besar ini, maka total ada 15 guru besar yang dimiliki UIN Banten. Sembilan guru besar UIN Banten sebelumnya yakni Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, Prof Dr. H. E. Syarifudin, Prof. Dr. H. IIzamudin, Prof. Dr. H. Zakaria Syafei, Prof. Dr. H. B. Syafuri,  Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd, Prod Dr Mufti Ali, Prof. Dr. Naf’an Tarihoran dan Prof. Dr. Hj. Nihayatul Masykuroh.

Terhadap guru besar UIN Banten yang telah dikukuhkan, Nizar  berharap Nizar berharap bisa memberikan dampak besar peningkatkan kualitas dan reputasi UIN Banten sehingga bisa menjadi PTKIN yang memiliki daya saing secara nasional dan internasional.

Nizar menyampaikan Kemenag melakukan akselerasi jenjang kepangkatan akdemik, dosen, lektor  kepala dan guru besar melalui PMA No 7 Tahun 2021. Sejak 2021-2023, Kemenag telah melahirkan 718 guru besar, yakni untuk rumpun ilmu agama sebanyak 435 profesor, pada 2021 sebanyak15 profesor , tahun 2022 sebanyak 90 profesor dan 2023 sebanyak 330 profesor.

Sedangkan rumpun ilmu umum yang ditetapkan Kemendikbud Dikti sebanyak  283 profesor yakni pada 2021 sebanyak 97 profesor, 2022 sebanyak 28 profesor dan tahun 2023 sebanyak 158 profesor. “Dengan demikian,  total dalam kurun waktu 2 terakhir, Kemenag telah melahirkan 718 guru besar atau profesor. Luar biasa,” katanya.

Baca Juga: UIN Banten Tambah Guru Besar, Ini Harapan Rektor

Ia  berharap para guru besar yang telah dikukuhkan tidak membuat dirinya jumawa, sombong. Tetapi seorang profesor, kata Nizar, adalah seorang yang punya sikap tawadu dan rendah hati,  menjaga lisan dan tindakan. “Tutur kata profesor merupakan ilmu yang mengandung teori, dan perilaku prosfeor merupakan suri tauladan yang layak ditiru.

“Guru besar ikon yang menarik kebanggan mahasiswa, motor bagi kegiatan di kampus,” katanya.

Pengembangan Iptek

Sedangkan Rektor UIN SMH Banten Prof Dr Wawan Wahyuddin dalam sambutannya menyampaikan mengenai pentingnya merancang masa depan peradanban Islam. Wawan mengutip pemikiran Ziauddin Sardar, pemikir terkemuda Pakistan, bahwa masa peradaban Islam terletak sepenuhnya di tangan Umat Islam.

“Kini umat Islam berada dipersimpangan jalan, apa yang dilakukan memastikan peradaban Islam ini,  bukan saja mampu bertahan tetapi berkembang di masa depan. Doakan tahun 2024 kami akan membuka Fakultas Adab dan Humaniora dan sudah mendapat restu Menag,” katanya.

Peradaban Islam, kata Wawan,  ditentukan cara pandang dan tindakan umat Islam. “Menekankan akherat tidak meniadakan pentingnya dunia, perlunya rekonstruksi peradaban Islam melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek),” katanya.***

Editor: Maksuni Husen


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x