Kadinsos NTB: Banten Berhasil Tekan Kemiskinan Lewat Jamsosratu

- 30 April 2019, 14:07 WIB
Ahsanul Khalik Kadinsos NTB
Ahsanul Khalik Kadinsos NTB

SERANG, (KB).-Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahsanul Khalik menyebut program bantuan sosial Jamsosratu milik Pemprov Banten menjadi trending topic di tingkat Nasional dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai program tersebut berhasil menekan angka kemiskinan di Banten.

Hal tersebut disampaikan Khalik saat berkunjung ke Kantor Dinas Sosial Provinsi Banten di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (30/4/2019).

Oleh karena itu pihaknya berniat mengadopsi program Jamsosratu sebagai upaya menekan angka kemiskinan di NTB.

“Di kami, angka kemiskinannya masih di atas rata-rata nasional yaitu masih sekitar 14,63 persen. Mudah-mudahan dengan kami mereplikasi Jamsosratu, (angka kemiskinan) itu bisa menurun, sebagaimana Banten sudah berhasil,” kata Khalik.

Khalik mengungkapkan, pihaknya tertarik untuk mengadopsi program Jamsosratu karena program bantuan sosial tersebut telah terbukti berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan di Banten.

“Program bansos dengan pola investasi sosial seperti ini kan adanya hanya di tingkat Nasional, PKH (Program Keluarga Harapan). Daerah lain belum ada,” imbuhnya.

Lebih jauh Khalik mengatakan, pihaknya juga telah melakukan program bantuan sosial yang lazim dilakukan sejumlah daerah lain selama ini seperti pada sektor pemberdayaan dan perlindungan sosial yang berbasis personal. Dia mencontohkan, bansos di NTB misalnya diberikan kepada manula, dan penyandang cacat. “Bahkan panti atau balai sosial juga kami punya,” ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, banos yang bersifat investasi sosial berbasis keluarga seperti Jamsosratu belum pernah dilakukan daerah manapun, kecuali Banten.

“Kami juga baru menyadari kalau investasi sosial berbasis pendekatan keluarga memang utama. Dengan Jamsosratu bansos dilakukan melalui pendekatan di dalam keluarga. Ada anak yang tidak sekolah, ada ibu yang hamil, ada ayah yang tidak bekerja, dengan bansos Jamsosratu kondisi-kondisi tersebut dapat tertangani,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemprov NTB dengan telah merencanakan untuk mengadopsi program Jamsosratu tersebut.

“Ya tentu saja kami berterima kasih karena artinya kinerja kita telah diakui oleh pihak luar. Dan sebetulnya memang PKH pemerintah pusat itu juga Kemensos (kementerian sosial) terinspirasi oleh Jamsosratu,” katanya.

Diketahui, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran untuk bantuan sosial Jamsosratu atau Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu pada APBD tahun 2019 ini. Kali ini anggaran sebesar Rp 56 miliar akan dibagikan kepada sebanyak 50 ribu keluarga miskin se-Banten dalam tiga tahap.

Di banding tahun sebelumnya, tahun ini terdapat kenaikan keluarga miskin penerima sebanyak 2 ribu keluarga miskin. Demikian juga nilai bantuan yang diterima, juga mengalami kenaikan sebesar Rp 50 ribu. Tahun lalu sebesar Rp1,65 juta, tahun ini menjadi Rp 1,7 juta.

Sejak diluncurkan pada tahun 2013, Jamsosratu diyakini telah berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Banten dari sebelumnya 9,22 persen pada tahun 2003 menjadi hanya tinggal 5,24 persen pada tahun 2018 lalu. (RI)*

Editor: Kabar Banten


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x